
KENDAL – Memasuki lingkungan sekolah baru kini tidak lagi menjadi momen yang menegangkan bagi para siswa baru di SMA Trisula Kendal. Pada tanggal 13 hingga 17 Juli 2026, sekolah ini sukses menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026. Dengan mengusung tema kenyamanan dan keamanan, kegiatan ini berhasil menciptakan ruang adaptasi yang edukatif, hangat, dan jauh dari budaya senioritas negatif.
 (1).png)
Kegiatan MPLS tahun ini diikuti oleh 45 peserta didik baru yang siap memulai babak baru perjalanan akademis mereka. Selama lima hari berturut-turut, para peserta disuguhkan dengan berbagai rangkaian program yang seimbang. Sekolah mengombinasikan materi internal untuk pengenalan akademik serta materi eksternal dengan menggandeng berbagai instansi penting guna membekali karakter siswa di era modern.
Cerita Unik Peserta: Dari Siswa Virtual, Santri, hingga Anak Pesisir

Ada banyak cerita menarik yang mewarnai pelaksanaan MPLS tahun ini, mencerminkan keberagaman latar belakang siswa yang dipersatukan di SMA Trisula Kendal. Hal yang paling unik adalah kehadiran 3 orang peserta yang merupakan siswa virtual dari Sukorejo. Demi merasakan esensi pengenalan sekolah secara langsung, mereka rela menempuh perjalanan jauh dan menginap selama 5 hari penuh di Kendal.
Tidak kalah menginspirasi, terdapat pula peserta dari pondok pesantren yang dengan penuh komitmen selalu hadir setiap hari tanpa absen selama MPLS berlangsung. Di sisi lain, komposisi siswa baru tahun ini masih didominasi oleh anak-anak dari wilayah pesisir, khususnya Kecamatan Bandengan dan sekitarnya. Kendati berasal dari latar belakang geografis dan metode belajar yang berbeda, seluruh peserta menunjukkan satu kesamaan: semangat belajar yang membara dan keinginan kuat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Fondasi Internal: Mengenal Rumah Kedua dan Sistem Belajar

Hari-hari pertama MPLS dibuka dengan kehangatan dari internal sekolah. Para guru dan staf SMA Trisula Kendal turun langsung memandu para siswa baru tersebut. Materi internal ini difokuskan pada pengenalan lingkungan fisik sekolah, fasilitas pendukung, profil para pendidik, hingga tata tertib.
Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mendalam mengenai sistem pembelajaran yang akan mereka tempuh. Pengenalan kurikulum ini bertujuan agar siswa tidak lagi bingung saat hari pertama KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dimulai, sehingga mereka bisa langsung tancap gas mengukir prestasi.

Kolaborasi Eksternal: Melanjutkan Tradisi Penguatan Karakter Remaja
Seperti tahun-tahun sebelumnya, SMA Trisula Kendal secara konsisten terus menjaga komitmennya dalam membekali karakter para siswa baru dengan menggandeng para pakar dan aparat penegak hukum dari wilayah Kabupaten Kendal. Langkah kolaboratif yang rutin dilakukan setiap tahun ini kembali dihadirkan untuk memberikan edukasi hukum dan moral yang kuat sejak dini kepada seluruh peserta.
Berikut adalah beberapa materi krusial yang dihadirkan selama MPLS berlangsung:

• Pendidikan Karakter (Danramil Kendal): Guna memupuk rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan jiwa korsa yang positif, Danramil Kendal hadir memberikan materi wawasan kebangsaan dan penguatan karakter mental baja yang berakhlak mulia.

• Pencegahan Kekerasan (Polres Kendal): Pihak Polres Kendal memberikan sosialisasi mengenai bahaya perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Siswa diajak untuk berani bersuara dan menciptakan atmosfer sekolah yang saling menghargai.

• Pencegahan NAPZA dan Judi Online (Polsek Kendal): Menanggapi isu nasional yang sedang marak, Polsek Kendal memberikan edukasi benteng diri dari bahaya narkoba serta bahaya laten judi online (judol) yang rawan menjerat usia remaja.

• Literasi Digital (Diskominfo Kendal): Di zaman yang serba digital, Diskominfo Kabupaten Kendal hadir mengajari siswa baru cara bijak bermedia sosial, menyaring berita bohong (hoax), serta memanfaatkan teknologi internet untuk mendukung proses belajar.
Penutupan yang Meriah: Jalan Sehat dan Unjuk Bakat Seni

Puncak keseruan MPLS terjadi pada hari terakhir, Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan penutupan diawali dengan jalan sehat bersama yang diikuti oleh seluruh peserta dan panitia mengitari area sekitar sekolah. Aktivitas fisik ini tidak hanya menyegarkan kebugaran, tetapi juga semakin merekatkan kebersamaan antarsiswa baru setelah berproses bersama selama lima hari.

Suasana semakin pecah saat memasuki acara inti penutupan, yaitu penampilan seni dari para siswa peserta MPLS. Secara berkelompok, mereka bergantian naik ke atas panggung untuk unjuk bakat, mulai dari bernyanyi, puisi, hingga kreativitas seni lainnya. Melalui panggung apresiasi ini, rasa canggung sepenuhnya mencair dan digantikan oleh gelak tawa serta tepuk tangan riuh.
Hari Baru, Sekolah Aman, Prestasi Nyata
Melalui konsep Ramah, Aman, dan Nyaman, SMA Trisula Kendal membuktikan bahwa gerbang awal masuk sekolah bisa dilewati dengan penuh senyuman. Penutupan kegiatan di hari Jumat ditandai dengan kelegaan dan keceriaan dari seluruh peserta yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMA Trisula Kendal.

Dengan bekal materi yang komprehensif dari para guru dan instansi luar, para siswa baru ini siap melangkah mantap menyambut hari-hari sekolah yang penuh produktivitas dan rasa aman. Selamat berproses dan selamat belajar, generasi muda SMA Trisula Kendal!